Buku ini merupakan kumpulan tulisan rubrik 'jendela' yang diterbitkan atas prakarsa M.Thoriq ini, merupakan langkah awal dari perjalanan panjang seorang penulis yang masih harus saya tempuh. Karenanya, semula saya keberatan untuk menjawab "ya", ketika didesak agar mau membukukan kumpulan tulisan ini. Tapi M. thoriq berargumen, penerbitan buku ini akan membuat publik makin mengenal pikiran-pikir…
Buku ini menggagas, berbagai pemikiran yang berkembang mengenai gagasan civil society, yang di INdonesia sering juga di sebut masyarakat Madani, masyarakat kewargaan, masyarakat warga, atau masyarakat sipil. Inti pemikiran yang terkandung dalam konsep ini pada dasarnya terkait dengan ide demokrasi.
Sebagai catatan peristiwa, buku ini punya kekuatan dari segi pendokumentasian data, rangkaian fakta dan analisis peristiwa. Bagaimanapun peristiwa politik adalah persoalan bangsa, dan kita sebagai warga negaranya perlu mencermatinya: kita bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa ini. bangsa yang lahir dari sebuah revolusi fisik yang melelahkan. Bangsa yang telah tumbuh dan berkembang selama…
Penyimpangan-penyimpangan berbisnis di lingkungan ABRI inilah yang ingin di sorot oleh buku ini, yang sekali lagi datanya berasal dari penelitian LIPI atas instruksi Presiden pada 1995. Menurut buku ini, lebih jauh, pada masa orde baru, hubungan ABRI dan bisnis terimplementasi secara lebih luas dan intensif, kehadiran buku ini dimaksudkan untuk memberi gambaran dalam memahami berbagai elemen da…
Buku ini dipersiapkan dengan maksud agar para pembacanya lebih memahami makna dari politik luar negeri dan hubungan Internasional Indonesia atas dasar karya seseorang yang melihat, memandang serta menilai 'kepentingan Nasional' Indonesia berdasarkan situasi lapangan. Karena itu, karya ini seyogyanya dinilai bukan sekedar dari pengetahuan tentang politik internasional Indonesia melainkan juga se…
Buku ini terdiri dari 35 esai filosofis, berasal dari berbagai "kearifan Lokal" yang membentang luas dan indah di seluruh tanah Indonesia. Esai kedua sampai kedelapan mengurai kearifan lokal "Ketuhanan", kesembilan - keempat belas, "kemanusiaan", kelima belas - kedua puluh satu, "kebersatuan", kedua puluh dua - dua puluh enam, "Musyawarah dan demokrasi", dan kedua puluh tujuh - ketiga puluh dua…