Ksatria Terakhir
Ringkasan Isi (Abstrak)
Novel ini ditulis dengan gaya bahasa sastra yang indah oleh Farid Al Anshory, seorang penulis terkemuka asal Maroko. Fokus utama buku ini meliputi:
Pemprov DKI Jakarta
Pemprov DKI Jakarta
+2
Perjalanan Hidup Heroik: Mengikuti jejak Said Nursi dari masa kecil, remaja, hingga dewasa, yang penuh dengan perjuangan mempertahankan iman dan ilmu di tengah pergolakan politik Turki.
Keteladanan Intelektual: Menyoroti kecerdasan luar biasa Said Nursi yang mampu menyerap ilmu sains modern dan agama secara selaras, sehingga ia dijuluki "Badiuzzaman" (Keajaiban Zaman).
Perjuangan Tanpa Kekerasan: Menggambarkan sosok "Ksatria Terakhir" yang berjuang bukan dengan senjata fisik, melainkan melalui pemikiran dan karya tulisnya (Risale-i Nur) untuk menyelamatkan iman umat manusia masa kini.
Nilai Kerendahan Hati: Menekankan pesan spiritual untuk meninggalkan ego dan tetap tawadhu (rendah hati) meskipun memiliki pengaruh dan ilmu yang luas.
Tidak tersedia versi lain