Ternyata Akhirat 'Masih' Tidak kekal
Berikut adalah abstrak/ringkasan isi buku tersebut:
Argumen Utama: Agus Mustofa menggagas pemikiran bahwa akhirat—termasuk surga dan neraka—bukanlah sesuatu yang kekal secara mutlak. Menurutnya, sifat kekal yang hakiki hanya milik Allah SWT sebagai Sang Khalik, sedangkan segala sesuatu yang diciptakan (makhluk), termasuk akhirat, pada akhirnya memiliki titik akhir.
Analisis Kebahasaan: Penulis melakukan penafsiran kontemporer terhadap redaksi Al-Qur'an seperti "khalidina fiha". Ia berargumen bahwa kata tersebut sering kali merujuk pada kekekalan subjek (penghuninya) selama tempat tersebut masih ada, bukan kekekalan tempatnya (surga/neraka) itu sendiri.
Dasar Logika Fisika dan Tasawuf: Sebagai penulis yang sering memadukan sains (fisika) dan tasawuf, Agus Mustofa memandang bahwa alam akhirat masih berada dalam ruang lingkup ciptaan yang terikat pada hukum-hukum Allah, sehingga tidak bisa menyamai sifat keabadian Zat-Nya.
Respon dan Kritik: Buku ini menjadi best seller namun juga menuai banyak kritik dan sanggahan dari ulama serta akademisi karena dianggap bertentangan dengan pandangan jumhur (mayoritas) ulama yang meyakini kekekalan akhirat bersifat abad
Tidak tersedia versi lain