Pembahasan dalam buku ini meliputi; Pengantar pendidikan kewarganegaraan, kontribusi Pendidikan Kewarganegaraan terhadap masyarakat, bangsa dan negara, Pengertian pokok Pancasila, Penerapan demokrasi Pancasila pada Musda IBI dan MUnas PPNI, Otonomi Daerah, Perangkat Otonomi daerah, Wawasan Nusantara, Keberhasilan Implementasi wawasan Nusantara di bidang kesehatan, keberhasilan ketahanan Nasiona…
Buku ini lahir pertemuan Sarjana/ Ahli politik Indonesia yang berlangsung di Jakarta 12 - 13 Desember 1981. 18 makalah yang didiskusikan pada pertemuan tersebut yang membahas antara lain tentang ; Permasalahan pokok yang menyangkut soal perkembangan ilmu politik di Indonesia selama ini, kemudian tentang peranan ilmu politik dalam memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Buku ini memberi kita ketebalan pemahaman tentang relasi agama dan negara melampaui kesempitan perspektif sekuralisme dan fundamentalisme. Melalui trayek pemikiran Habermas tentang agama di ruang publik, kita bisa menemukan rambu-rambu pencerahan untuk mengargumentasikan konsepsi visioner Pancasila sebagai agama sipil di Indonesia, memberi pemahaman lebih baik cara menyelami kedalaman kandungan…
Buku ini merisi beberapa kutipan karangan Dhurkheim tentang masalah-masalah; fakta sosial, maslah solidaritas, dan unsur-unsur moralitas. semua tema tersebut tetap relevan bagi kita yang ingin mengetahui perkembangan ilmu-ilmu sosial yang sangat pesat dewasa ini, karena bagaimanapun juga kita harus selalu kembali ke tahap awal perkembangan tersebut, termasuk gagasan-gagasan Durkheim.
Buku ini merupakan himpunan proses dan hasil dialog pada tahun 2009 di tiga daerah yang diedit sesuai keperluan. Pertama, Di Propinsi Maluku Utara pada tanggal 26 s/d 30 Mei 2009; Kedua, Di Propinsi Papua tanggal 23 s/d27 Juni 2009, dan Ketiga; di Provinsi Maluku tanggal 21 s/d 24 Nopember 2009.
Buku ini merupakan pemikiran, pembahasan dalam diskusi perkuliahan siswa S2 prodi IPS, sekolah Pasca sarjana UPI BAndung. Diskusi ini beranjak dari keprihatinan yang menimpa siswa-siswa SMA khususnya, terhadap fenomena yang ada dilapangan. Fenomena yang tampak ialah generasi muda seperti tidak tahu arah. Mereka bingung, terombang ambing, seakan-akan sekolah tidak ada artinya. Disinilah muncul i…
Buku ini terdiri dari tujuh bagian besar pembahasan, yaitu : Bagian I, Budaya dan Pembangunan Ekonomi. Bagian II, Perkembangan Budaya dan Politik. Bagian III, Debat Antropologis. Bagian IV, Budaya dan Gender. Bagian V, Budaya dan kaum minoritas Amerika. Bagian VI, Krisis Asia. BAgian VII, Mempromosikan Perubahan.
Buku ini menjelaskan teori sosiologi konflik klasik dan kontemporer, dari Ibnu Khaldun, Karl Marx, Max Weber, Georg Simmel, Emile Durkheim. Buku ini juga berhasil merangkaikan berbagai teori konflik menyajikan contoh analisis konflik, memetakan beragam isu konflik kontemporer di Indonesia.
Buku ini terdiri dari empat bab pembahasan, yaitu Bab I, pendahuluan. Bab 2, Konsep CBR (Community Based Research). Bab 3, Tahapan dan metode CBR ( Community Based Research ). Bab 4 Pengalaman CBR (Community Based Research).