mengenai hukum positif ketatanegaraan Indonesia. Fokus utama buku ini meliputi: Eksistensi Hukum Tata Negara: Menjelaskan ruang lingkup Hukum Tata Negara (HTN) Indonesia serta hubungannya dengan ilmu-ilmu lain seperti Ilmu Negara dan Politik Hukum. Sejarah Ketatanegaraan: Menelusuri perjalanan konstitusi Indonesia, mulai dari UUD 1945, Konstitusi RIS, UUDS 1950, hingga proses amandemen UUD 19…
Pembahasan dalam buku ini meliputi pembahasan mengenai cara-cara meningkatkan mutu pendidikan. Pembahasannya mulai dari sisi defenisi, aplikasi, analisis, dan teori tentang menata mutu. Kajian dalam buku ini lebih menarik karena setiap pembahasannya menitikberatkan dan fokus betapa pentingnya mutu pendidikan. Adapun isi dari buku ini terdiri dari 8 bab pembahasan, yaitu : (1) Pendahuluan (fakta…
Buku ini terdiri dari 16 bab pembahasan, yaitu : (1) Thaharah, (2) Shalat, (3) Zakat, (4) Puasa, (5) Haji, (6) Warisan dan wasiat, (7) Pernikahan, (8) Jual beli dan muamalat, (9) Hukum Pidana, (10) Hudud (hukuman, (11) Jihad, (12) Binatang buruan dan sembelihan, (13) Hukum Perlombaan dan panahan, (14) Sumpah dan Nazar, (15) hukum peradilan dan persaksian, 916) Hukum memerdekakan hamba sahaya.
Buku ini terdiri dari empat bab, yaitu : ( 1) Mempertimbangkan pemikiran Timur, (2) Sekilas Filsafat India, (3) Sekilas Filsafat Cina, (4) Sekilas Pemikiran Filsuf-filsuf Muslim.
Buku ini membahas : 1. Manusia sebagai Pelaku Politik 2. Negara sebagai Puncak Tatanan Politik 3. Hakikat dan Wajah Kekuasaan 4. Utopia, Ideologi dan Realisme 5. Bebarapa Ideologi penting Dunia 6. Konstitusionalisme 7. Sistem Politik dan Bentuk Pemerintah 8. Politik dan Hak Asasi Manusia 9. Interes Politik Abab ke 21 10. Globalisasi Politik
Bahan Pustaka ini Mencakup : 1. Filsafat Manusia : Sebuah Pendahuluan 2. Esensi Manusia Menurut Sejumlah Aliran dalam Filsafat 3. Kedudukan Manusia dalam Filsafat Humanistik dan Ilmu-Ilmu Sosial Humanistik 4. Pertarungan Jiwa dan Tubuh 5. Kehendak Buta:Filsafat Aryhur Schopenhauer 6. KehendakUntuk Berkuasa dan Manusia Unggul 7. Perkembanagan Akal Budi Manusia 8. Eksisitensi Manusia Se…