Perpoempoelan ISlam; Solidaritas Sosial KAum Pinggiran Indonesia di Belanda
Buku ini mengkaji sejarah dan peran "Perpoempoelan Islam", sebuah organisasi sosial yang didirikan oleh komunitas migran Indonesia kelas bawah di Belanda pada paruh pertama abad ke-20. Berbeda dengan narasi sejarah yang umumnya berfokus pada aktivitas politik mahasiswa elit (seperti Perhimpunan Indonesia), penelitian ini menyoroti kehidupan kaum pinggiran, terutama para pelayan kapal (djongos) dan buruh migran yang menetap di kota-kota besar di Belanda seperti Amsterdam dan Rotterdam.Penulis menggunakan pendekatan sejarah sosial untuk membedah bagaimana identitas keagamaan (Islam) dan kesadaran nasib sebagai bangsa terjajah menjadi perekat solidaritas di tanah rantau. Buku ini menjelaskan bahwa Perpoempoelan Islam tidak hanya berfungsi sebagai wadah ibadah, tetapi juga sebagai jaringan pengaman sosial yang memberikan perlindungan, tempat tinggal, dan bantuan pemakaman bagi anggotanya yang hidup dalam kemiskinan dan keterasingan. Selain itu, penulis juga menganalisis hubungan dinamis antara kelompok marginal ini dengan gerakan pergerakan nasional di tanah air serta interaksi mereka dengan masyarakat lokal Belanda.Karya ini memberikan kontribusi penting dalam historiografi Indonesia dengan menghadirkan wajah lain dari diaspora Indonesia di Belanda. Buku ini menjadi referensi berharga bagi akademisi, peneliti sejarah, dan masyarakat umum yang tertarik pada isu migrasi, identitas Islam, dan sejarah kelas pekerja Indonesia di mancanegara.
Tidak tersedia versi lain